“Wekap Art Exhibition”, Wujud Solidaritas UKM Seni Rupa dan Fotografi Universitas Negeri Yogyakarta

Kegiatan Workshop yang Diadakan Wekap Art Exhibition. Foto: Brigittha Pricilya

Yogyakarta, Inspirasi.com―Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Rupa dan Fotografi Universitas Negeri Yogyakarta kembali mengadakan pameran tahunan dengan nama “Wekap Art Exhibition”.


Wekap Art Exhibition diadakan pada tanggal 26 November sampai 28 November 2021. Pameran diselenggarakan di Kersan Art Studio, Jalan AS. Samawaat, Kersan, Bantul, Yogyakarta.


Pameran ini mengangkat tema “Vacation dan menceritakan tentang kehidupan di pantai. Foto dan lukisan dari pameran ini merupakan hasil dari ekspedisi ke Pantai Sadranan oleh anggota UKM Seni Rupa dan Fotografi (Serufo) UNY.


Hasil karya yang dibuat selama dua hari di Pantai Sadranan, Gunung Kidul, Yogyakarta menghasilkan karya dengan konsep pantai dan kehidupan sekitar pantai.


Koleksi yang Dipamerkan di Wekap Art Exhibition. Foto: Joshephine Maretta

Wekap Art Exhibition menyajikan 27 karya yang terdiri dari karya seni rupa lukisan dan fotografi berupa photostory, dengan 20 pameris yang ikut terlibat. 


Tidak hanya pameran, Wekap Art Exhibition juga mengadakan Workshop “Mengenal dan Memahami Cara Pembuatan Zine sebagai Media Terapi Seni” oleh Ahmad Sulton dan Creative Sharing “Pemaknaan Karya Fotografi” oleh Aprilio Akbar. 


Selain itu, juga terdapat acara Bedah Karya Fotografi, Bedah Karya Seni Rupa, Hiburan Laras dan Hans, dan dimeriahkan oleh berbagai UKM dari Universitas Negeri Yogyakarta.


“Ingin membangun kembali kegiatan kami yang sudah tertunda sejak pandemi dan ingin mengajak seluruh anggota UKM untuk ikut berperan aktif,” ujar Maura selaku koordinator divisi acara pameran Wekap Art Exhibition 2021, Sabtu (27/11/2021).


Maura juga menambahkan bahwa pameran ini tidak hanya mengundang mahasiswa UNY dan UKM dari Universitas di Yogyakarta lainnya. Namun, juga mengundang UKM yang tergabung dalam Forum Komunikasi Fotografi Mahasiswa (Forkom), baik dari Solo hingga Semarang.


Maura Selaku Koordinator Acara Wekap Art Exhibition. Foto: Joshephine Maretta

“Kemarin waktu kita nganter undangan ke Semarang, Solo itu kita anter langsung dan begitu juga sebaliknya. Kita kayak saling menjamu, hubungannya bagus, sih. Jadi saling menghargai,” ujar Maura.


Selain itu, Maura juga menjelaskan bahwa pihak yang ikut mendukung berjalannya Wekap adalah beberapa narasumber yang ikut memeriahkan workshop dan pihak rektor Universitas Negeri Yogyakarta yang turut memberikan izin agar pameran Wekap ini diadakan secara offline


Pihak luar dari universitas pun ikut ambil bagian dalam pameran Wekap tersebut. Dalam pemilihan foto dan gambar, Serufo dibantu oleh dua kurator yang terdiri dari kurator fotografi dan seni rupa. Kedua kurator tersebut adalah Dio Nanda Baskara dan Arga Aditya.


Tidak hanya itu, masyarakat sekitar Kersan Art Studio juga ikut serta dalam jalannya pameran. Masyarakat ikut berperan aktif dalam mempermudah perizinan, menyediakan  tempat parkir, serta menjaga parkir. Dengan demikian, pihak Wekap sangat dipermudah oleh warga sekitar. 


Wekap sendiri diambil dari kata ‘wake up’ yang berarti bangun. Rasa rindu dan ingin bertemu  menjadi motivasi utama diselenggarakannya pameran bertajuk wekap ini. 


Kersan Art Studio dipilih sebagai tempat pameran, karena tempatnya yang dekat dan merupakan studio pameran yang sedang kosong di tengah ramainya acara pameran di Yogyakarta.



Penulis: Brigittha Pricilya Setyawan

Posting Komentar

0 Komentar