Spanduk Kepala Kakap Bu Panjang | Foto: Dok. Pribadi |
Tangerang Selatan, Inspirasi.com - Kuliner Betawi seperti soto Betawi, asinan, lontong sayur, nasi uduk, pecak hingga semur jengkol mungkin sudah akrab didengar. Namun, bagaimana dengan sajian sayur kepala ikan kakap? Bagi sebagian orang sajian ini mungkin cukup asing di telinga.
Menjajal kuliner Betawi memang paling tepat dilakukan di pemukiman yang masih didominasi oleh masyarakat Betawi dan kental akan budaya Betawi. Salah satunya adalah wilayah Pondok Kacang, Tangerang Selatan.
Di lokasi yang tepatnya berada di jalan Haji Madi no. 28, Pondok Kacang, Tangerang Selatan ini, terdapat satu rumah makan yang bernama Rumah Makan Kepala Kakap Ibu Panjang. Para pengunjung akan disuguhkan berbagai sajian khas Betawi yang memiliki cita rasa unik dan nikmat.
Kepala kakap kuah bumbu kuning dan garang asem
Kepala Kakap Bu Panjang | Foto: Dok. pribadi |
Sesuai dengan namanya, rumah makan ini memiliki menu andalan yakni, sayur kepala ikan kakap yang diolah dengan gaya memasak dan bumbu khas Betawi. Kepala ikan Kakap ini berbeda dengan masakan khas betawi pada umumnya yang kerap diolah dengan santan, kepala kakap ini justru diolah dengan bumbu kuning dan garang asem.
“Kepala kakap kita yang buat khas betawi adalah kuah bumbu kuning, garang asem”, ucap Agus Haryanto, anak dari Ibu Panjang, penerus Rumah Makan Kepala Kakap Ibu Panjang pada saat diwawancarai langsung, Rabu (24/11/2021).
Dalam memasak kepala kakap juga membutuhkan trik tertentu agar tak amis. Maka dari itu rumah makan ini juga menggunakan daun jeruk, salam dan serai untuk menghilangkan bau amis dari ikan kakap.
Kepala ikan kakap yang disajikan di sini adalah ikan kakap merah, putih, dan hitam. Proses pengolahan kepala kakap ini juga tak sembarangan. Pertama, kepala ikan kakap dibersihkan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih.
Kemudian, ikan dibumbui dengan gaya tradisional Betawi seperti jahe, kunyit, kemiri, serai, cabai, daun salam, limau, bawang putih, dan lengkuas. Agar menghasilkan tekstur daging ikan lembut, empuk dan tidak amis, kepala kakap ini diungkep terlebih dahulu sekitar kurang lebih 30 menit.
Setelah diungkep dan dimasak, barulah kepala kakap disiram kuah bumbu kuning berminyak yang panas. Satu porsi kepala ikan kakap dengan kuah bumbu kuning, daun kemangi, dan limau ini menyajikan cita rasa yang segar dan hangat.
Kesegaran dari garang asem tersebut membuat lidah merasakan sensasi segar dan nikmat, terlebih didampingi dengan sambal khas betawi yang semakin melengkapi hidangan kepala kakap tersebut.
Sambal tersebut adalah dadakan mentah, sambal ini memiliki cita rasa yang menyegarkan dengan pedas yang cukup membuat mata melek dan berkeringat. Bagi yang tak suka pedas, harus berhati-hati ketika mengambil dan menyantap sambal ini.
“Sambal kita itu sambal dadakan mentah semua yang terdiri dari cabe rawit, cabe merah keriting, tomat, terasi dan garam’, ujar Agus Haryanto.
Sayur kepala ikan kakap dipadukan dengan sambal dadakan dan nasi hangat, bukan main sensasi nikmatnya di mulut. Daging ikan yang lembut nan empuk bertemu dengan kuah, sambal dan nasi tersebut dijamin membuat pengunjung ingin menyantapnya lagi dan lagi.
Kuah bumbu kuning dengan perpaduan asem jawa ini menimbulkan tekstur yang ringan, sehingga biarpun ukuran kepala kakap ini besar tak menjadikan rasa enek.
Namun, kepala kakap Betawi ini tak kalah nikmatnya dengan kakap yang bersantan. Rumah makan yang telah berusia lebih dari 30 tahun ini, dalam sehari dapat menghabiskan lebih dari 200 kepala ikan kakap.
Berawal bukan dari menjual kepala kakap
RM. Kepala Kakap Bu Panjang | Foto: Dok. pribadi |
“Dulu si sebelumnya cuma jualan soto, nasi uduk gitu. Waktu itu ada temennya bapak bawa kepala kakap gitu, terus kita buat garang asem dan ternyata enak. Akhirnya kita mulai buat usaha ikan kepala kakap” , tutur Agus Haryanto.
Tak perlu khawatir, hingga saat ini pemiliknya, yakni Ibu Panjang setiap hari masih mengontrol para karyawannya dalam memasak. Jadi, dapat dijamin rasanya sangat autentik dan nikmat.
Meskipun bernama Rumah Makan Kepala Kakap Bu Panjang, di sini tak hanya menjual kepala kakap saja. Namun, juga menjual masakan Betawi lain yang tak kalah nikmat, seperti tumis babat, tumis kangkung, pepes tahu, sop iga, hingga pecak gurame.
“Selain kepala ikan kakap, ada tumis babat yang jadi best seller juga, sop iga juga sama pecak gurame”, tutur Agus Haryanto.
Rumah makan yang terletak di dalam gang ini, masih sangat menunjukkan suasana kampung Betawi yang ditunjukkan dengan warganya yang berbicara logat betawi yang kental. Pohon-pohon rindang juga turut menemani kehangatan perkampungan ini.
Meskipun rumah makan ini terletak di gang perkampungan, para pengunjung yang datang tak jarang menggunakan mobil-mobil mewah. Pada jam makan siang dan akhir pekan, selalu berjejer mobil-mobil di pinggir jalan untuk mengunjungi rumah makan ini.
Bangunan rumah makan yang terlihat sederhana dan tradisional Betawi dengan meja panjangnya ini, mampu menampung 50 pengunjung sekaligus. Meski letaknya di gang sempit, para pengunjung rumah makan ini sangat beragam, tak hanya warga sekitar saja, melainkan sejumlah artis, vlogger, blogger, dan berbagai media lain”
“Kalo ramai biasanya jam makan siang, dari jam satu sampai jam dua itu ramai, cukup antri”, ujar Agus Haryanto.
Namun, para pengunjung tak perlu khawatir untuk menunggu lama, karena makanan di sini hampir semuanya sudah matang dan hanya perlu dipanaskan saja. Kecuali, makanan seperti tumisan dan gorengan tentunya perlu dimasak terlebih dahulu. “ Buka dari jam 8 pagi, jadi kami mulai proses masak itu mulai dari jam 6 pagi”, ujar Agus Haryanto.
Kurang lebih 10 menit menunggu, pengunjung dapat langsung menyantap makanan yang telah dihidangkan. Tak perlu khawatir, biarpun sudah matang masakan di sini tetap panas dan nikmat.
“Rasanya enak banget ya kepala kakap ini, saya sudah dua kali ke sini kadang juga pesan online” , ujar Dewi pengunjung Rumah Makan Kepala Kakap Bu Panjang saat diwawancarai langsung, Rabu (24/11/2021).
“Ini salah satu masakan Betawi yang saya suka ya, meskipun saya bukan orang Betawi tapi menurut saya ini enak dan segar”, tambah Dewi.
Jika ingin mencicipi kepala kakap khas Betawi dan tak mau mengantre, sebaiknya datang sebelum jam makan siang. Tak perlu khawatir, rumah makan ini buka setiap hari dari pukul 08.00-18.00 WIB.
Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp50.000, pengunjung sudah dapat menikmati satu porsi kelezatan kepala ikan kakap. Sedangkan untuk harga menu makanan lainnya dibanderol mulai dari Rp15.000 saja.
Untuk minuman disajikan seperti rumah makan pada umumnya, seperti es jeruk, es teh manis, es kelapa muda, hingga aneka jus. Jika kalian tak ingin keluar rumah, tenang saja menu di sini dapat kalian pesan melalui aplikasi ojek online ya. Selamat mencicipi!
0 Komentar