Soto Sampah, Kuliner Unik di Yogyakarta



Soto Sampah. Foto: Candhik Ayu

Yogyakarta, Inspirasi.com - Soto Sampah yang berada di Jl. Kranggan No.2, Cokrodiningratan, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi salah satu kuliner di Yogyakarta yang memiliki keunikannya tersendiri. 

Soto Sampah ini menjadi salah satu soto yang sangat dikenali di seluruh masyarakat Yogyakarta. 


Nama dari Soto Sampah ini yang menjadi perhatian masyarakat di Yogyakarta. Yang mana, sangat jarang sekali tempat makan berupa Soto memiliki nama yang tidak seperti biasanya ataupun soto-soto pada umumnya. 


Dibalik nama Soto Sampah

Wahyu sebagai pedagang Soto Sampah. Foto: Candhik Ayu

Wahyu yang berumur 39 tahun selaku pedagang soto sampah, menjelaskan arti nama dari soto sampah itu sendiri.


“Dinamakan soto sampah, karena dulu itu awalnya pakai piring, jadi lauknya juga ditaruh jadi satu gitu dalam piring,” ujar Wahyu selaku pedagang soto sampah, Kamis (2/12/2021). 


Wahyu menegaskan kembali penataan soto yang dijadikan satu dalam satu wadah atau tempatlah yang menimbulkan kesan semrautan (dalam bahasa jawa) atau berantakan.


Melalui kata semrautan atau berantakan itulah yang menimbulkan adanya kalimat ‘sampah’, sehingga muncullah nama “Soto Sampah”. 


Daging gajih juga menjadi salah satu bahan yang memperlihatkan adanya semrautan dalam soto sampah. 


Wahyu juga menegaskan mengapa di namakan soto sampah ini, dikarenakan bahan-bahan soto sampah ini menggunakan rempah-rempah dalam kuah sotonya. 

 

Soto sampah menyediakan 2 porsi soto, yaitu porsi single dan juga double. Soto sampah sendiri berisikan irisan kol kubis, tauge, mie bihun, daging ayam dan juga daging sapi, serta siraman kuah yang sangat gurih dari rempah-rempah. 



Rasa dalam kuah soto sampah yang menggunakan rempah-rempah inilah yang telah menghadirkan perbedaanya dengan soto lainnya.  


Rasa soto sampah yang gurih, nikmat yang membuat banyaknya pembeli ingin menikmati hidangan soto sampah ini. Soto sampah yang sudah berada sejak tahun 1970-an hingga sekarang ini, selalu ramai dengan pelanggan-pelanggannya. 


Sumber : Instagram @sotosampahjogja_

Dikarenakan juga soto sampah ini berada di tempat yang sangat strategis, berada di tengah kota dan tempat wisata, yang mana jaraknya hanya 450 m dengan Tugu Yogyakarta. 


Wahyu juga mengatakan bahwa soto sampah ini telah memiliki cabang di Alun-alun Utara Yogyakarta. Dimana, Alun-alun Utara juga merupakan tempat yang sangat strategis, serta terdapat tempat wisata yang dekat dengan Keraton, Tamansari, dan Malioboro Yogyakarta. 


Menarik lagi, soto sampah ini buka pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Dengan harga soto sampah yang kurang lebih hanya Rp 6.000, serta dilengkapi dengan bermacam-macam lauk seperti, sate, dan juga gorengan yang mulai hanya dengan harga Rp 1.000 saja. 


Soto Sampah di masa pandemi

Wahyu juga mengatakan terkait perbedaan situasi sebelum dan sesudah adanya pandemi yang melanda di Yogyakarta. “Banyak yang berbeda, dan jelas berbeda sekali dengan adanya pandemi,” ujar Wahyu selaku pedagang Soto Sampah, Kamis (2/12/2021). 


Wahyu menegaskan bahwa sebelum adanya pandemi, soto sampah memiliki pelanggan yang lebih ramai dibandingkan dari situasi pandemi saat ini. 


Hal tersebut memperlihatkan bahwa banyak sekali pembeli yang berdatangan dan penasaran dengan soto sampah ini. Walaupun dikala pandemi, soto sampah masih terlihat cukup ramai dengan pembeli, walaupun tidak seramai pada saat sebelum pandemi mendatang. 


“Pandemi sekarang benar-benar merubah semuanya, pembeli gak seramai dulu,” ujar Wahyu selaku pedagang Soto Sampah, Kamis (2/12/2021). 


Wahyu juga menegaskan bahwa pada saat pandemi, jam buka soto sampah juga dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Yang mana, guna untuk tetap mengikuti peraturan pemerintah dalam mencegah adanya penularan COVID-19. 


Tak hanya itu saja, Wahyu juga menjelaskan bahwa pendapatan yang diperoleh juga menjadi lebih berkurang dari sebelumnya. Pada awal pandemi hingga sekarang memasuki level 2, segala protokol kesehatan dalam lokasi soto sampah terus diterapkan. 


Setiap karyawan pedangan soto sampah selalu menggunakan masker, karena memiliki frekuensi yang tinggi dalam berhadapan secara langsung dengan pelanggan atau pembeli di soto sampah. 


Tak hanya itu, pada lokasi soto sampah telah menyediakan tempat untuk mencuci tangan. Walaupun tempatnya masih terlihat ramai pastinya pihak dari soto sampah  tetap menganjurkan untuk berjaga jarak. 


Soto Sampah di pandangan pelanggan

Enrico mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta yang berusia 19 tahun, merupakan salah satu pelanggan di Soto Sampah Yogyakarta. 


“Cukup sering sih makan di Soto Sampah ini,” ujar Enrico selaku pelanggan Soto Sampah, Kamis (2/12/2021).


Enrico menceritakan bahwa ia mengetahui soto sampah ini berawal dari teman-temannya yang mengajaknya makan di Soto Sampah pada malam hari. Awalnya, Enrico sempat terkejut karena ada soto yang berjualan di malam hari.


“Kaget, dan ternyata ada ya yang buka waktu malam gini, biasanya kan soto di Joga cuma waktu pagi hari sampai siang aja,” ujar Enrico selaku pelanggan Soto Sampah Kamis (2/12/2021).


Walaupun Enrico sering sekali berkunjung dan makan di Soto Sampah ini, Enrico mengakui bahwa ia belum mengetahui mengapa dinamakan dengan soto sampah.


“Awalnya mikir, kenapa dinamakan sampah? dulunya apa ini tempat sampah?, gitu sih hehe,” ujar Enrico selaku pelanggan Soto Sampah Kamis (2/12/2021).


Namun disisi lain, Enrico menyadari dan mengatakan dengan adanya soto sampah membuat mudah untuk mencari soto yang buka hingga malam.


“Kalau malam-malam tiba-tiba pingin soto, mesti langsung ke soto sampah soalnya yang udah pasti buka,” ujar Enrico selaku pelanggan Soto Sampah, Kamis (2/12/2021). Enrico juga menegaskan kembali bahwa soto sampah ini menjadi salah satu soto yang terenak di Yogyakarta. 


“Soto sampah ini salah satunya soto yang sering aku kunjungi tiap malam kalau lagi pingin banget makan yang anget-anget, atau seger-seger gitu”, ujar Enrico selaku pelanggan Soto Sampah, Kamis (2/12/2021).


Tak hanya itu saja, Enrico mengatakan bahwa pada dasarnya ia sangat menyukai soto, apalagi soto yang berisikan daging sapi. 


“Pas banget kan, ada soto daging yang buka sampai malam, jadi gak perlu nunggu pagi dulu deh kalau emang kepingin makan sotonya pas malam hari,”  ujar Enrico selaku pelanggan Soto Sampah, Kamis (2/12/2021).


Enrico juga menegaskan bahwa soto sampah ini selalu ramai akan pembeli, dikarenakan juga rasanya yang mantap dan sangat jarang sekali soto buka hingga malam, bahkan hingga subuh. 


Pernyataan Enrico memperlihatkan bahwa salah satu kuliner Yogyakarta ini, yaitu Soto Sampah selain memiliki rasa yang enak dan harga yang murah meriah. Soto sampah memiliki arti di balik “sampah” yang unik, dan membuat setiap pelanggan penasaran hingga bertanya-tanya.  


Tak hanya itu saja, kebiasaan yang buka dari pagi hingga kembali ke subuh lagi, serta arti nama dari soto sampah itu sendiri, telah menjadi suatu ciri khas yang dimiliki oleh soto sampah.


Soto Sampah di Yogyakarta ini berhasil memukau setiap pelanggan atau pembeli yang datang, baik itu pelanggan lama maupun pelanggan baru. Terlihat dari nama tempatnya sendiri, “Soto Sampah”,  hingga rasanya yang membuat ketagihan untuk ingin datang kapan saja. 



 
Penulis: Candhik Ayu Paskahrani

Posting Komentar

0 Komentar